[HAE-RA CORNER] Please, Don’t Scream!


6-27_super_junior_donghae_3

PLEASE, DON’T SCREAM!
[Hae-Ra Corner]

Ficlet

Casts : Lee Donghae – Go Jung Ra

*

*

Happy reading~

====================================

“KYAAAAA!!!!!!”

Donghae yang baru saja keluar dari kamar mandi dan tengah meneguk satu botol air mineral terpaksa menyemburkan semua air yang ada di dalam mulutnya saat mendengar teriakan kencang dari arah samping apartemennya. Donghae langsung melempar botol air mineralnya dan membuang handuk kecil yang sedari tadi melingkar di lehernya. Dengan cepat ia berlari keluar dari apartemennya dan melesat ke apartemen yang ada di sampingnya. Jemarinya yang gemetar berusaha menekan rangkaian password di dekat pintu apartemen tersebut agar ia bisa membukanya. Namun beberapa kali ia salah memasukkan angka hingga ia terpaksa mengumpat pada dirinya sendiri.

“KYAAAA!!!!”

Teriakan itu kembali terdengar oleh Donghae. Tentu saja, hal tersebut semakin membuat kepanikannya bertambah berkali-kali lipat dari sebelumnya. Sumpah demi apapun, ia ingin sekali bisa membuka pintu sialan yang ada di hadapannya agar ia bisa segera masuk dan mengetahui apa yang terjadi pada penghuni apartemen ini.

Brak!

Pintu berhasil ia buka setelah—akhirnya—ia bisa memasukkan password dengan benar dan langsung menerobos masuk ke arah meja makan hanya untuk mendapati penghuni apartemen tersebut………. terlihat baik-baik saja.

Yeah…, penghuni apartemen itu memang terlihat baik-baik saja. Bahkan kelewat baik-baik saja menurut Donghae. Hanya sedikit mengerikan karena rambutnya berantakan.

“Apa yang terjadi? Kenapa tadi kau berteriak-teriak seperti itu? Apa ada penguntit yang masuk ke apartemenmu lagi? Di mana dia sekarang?” Donghae mencecarnya dengan banyak pertanyaan sambil memasang wajah panik meski sebenarnya ia sedikit heran dengan keadaan orang yang sedang duduk di salah satu kursi tersebut.

“Aku kehilangan semua files nasabahku yang kusimpan di flashdisk ini, Lee Donghae,” Jung Ra mengeluh sambil menunjukkan benda sebesar jempolnya yang berwarna putih pada Donghae.

“Hah?”

Donghae terpaksa mengernyitkan keningnya setelah mendengar jawaban Jung Ra.

“Ini…. Aku tadi tidak sengaja menyeburkannya ke dalam tempat cuci piring saat aku mencuci tanganku. Kukira setelah kukeringkan dengan hair dryer, dia akan kembali normal lagi. Tapi ternyata… huaaaa!”

Jung Ra menerjunkan wajahnya ke atas meja makan dengan frustasi. Sedangkan Donghae yang masih berdiri di depan meja makan Jung Ra hanya memandangnya tidak percaya. Laki-laki ini seperti kehilangan kata-kata menyaksikan kekasihnya berteriak histeris untuk sesuatu yang…

“Jadi, kau berteriak-teriak seperti itu hanya karena benda ini?” tanya Donghae.

Dengan cepat Jung Ra menegakkan kepalanya dan membalas tatapan Donghae dengan ekspresi tidak setuju.

Hanya karena? Di flashdisk ini terdapat data semua nasabahku yang sangat berharga. Hanya dengan menyimpan data-data mereka, aku bisa mendapatkan bonus dari atasanku. dan—“

“Kau kan bisa mencarinya lagi. Maksudku, kau bisa mengumpulkan data-data itu lagi,” potong Donghae sambil menarik kursi kayu yang ada di dekatnya dan duduk.

“Kau terdengar seperti memberiku saran yang mustahil bisa kulakukan,” elak Jung Ra yang kembali mendaratkan wajahnya ke atas meja.

“Salahmu juga yang ceroboh. Sudah tahu kau berdiri di dekat tempat yang ada airnya, masih saja membawa benda seperti itu,” Donghae masih saja ingin menegur Jung Ra meski tahu kekasihnya itu terlihat sedang tidak ingin dimarahi.

Jung Ra yang saking depresinya dengan kejadian itu sampai harus menitikkan air mata. Seperti yang dia katakan, data-data itu adalah yang paling berharga untuk saat ini karena sebentar lagi atasannya akan memilih satu dari beberapa pegawai junior perusahaannya sebagai Karyawan Terbaik untuk tahun ini. Dan hanya gara-gara kecerobohannya—baiklah, mau tidak mau ia harus setuju dengan Donghae—ia kehilangan harta berharganya itu.

Oppa, apa yang harus aku lakukan?” keluh Jung Ra lirih tanpa beralih dari posisinya.

Donghae mendengus,” Giliran depresi saja, kau memanggilku dengan sebutan itu.”

“KYAAA!!!”

Donghae dibuat terperanjat dari kursinya saat tiba-tiba saja Jung Ra berteriak lagi. Dengan mata terbelalak, ia melihat Jung Ra bergerak pelan menegakkan tubuhnya dan menyandarkan punggungnya pada kursi dengan lemas.

Yaa! Bisakah kau berhenti berteriak seperti itu?!” seru Donghae yang harus mengatur detak jantungnya yang tak karuan.

“Data-dataku~”

Keluhan itu tenggelam begitu saja setelah tangisan Jung Ra semakin kencang. Alih-alih merasa kasihan atau iba, Donghae justru risih mendengar tangisan Jung Ra. Tangannya terangkat mengacak-acak rambutnya sendiri.

“Bawa saja ke tempat service. Kudengar mereka bisa mengembalikan data yang hilang,” ujar Donghae ketus sambil mengetuk-ngetuk meja, berharap Jung Ra berhenti menangis. Jujur saja, di matanya, Jung Ra sama sekali tidak terlihat cantik atau semacamnya saat menangis seperti itu.

“Ini yang rusak bukan dataku, tapi flashdisk-nya. Satu-satunya jalan keluarnya adalah membeli yang baru. Kalau—“

“Ya sudah, beli saja yang baru. Mudah kan?”

“Tapi kan yang kubutuhkan hanya semua data-dataku, bukan flashdisk yang baru!”

Donghae mencoba memberikan solusi yang cukup mudah dan sederhana. Namun, lagi-lagi, Jung Ra tetap saja membahas data-datanya yang berharga itu.

“Kehilangan data-data itu saja sudah membuatmu menangis seperti orang gila. Giliran saat aku tidak pulang 3 hari dan tak ada kabar, kau sama sekali tidak bereaksi,” protes Donghae.

“Kau pikir aku tidak tahu kalau kau sengaja melakukannya? Kau menginap di tempat kakakmu kan? Berterima kasihlah pada kakakmu yang suka berbicara jujur. Eomma… data-dataku~” Jung Ra kembali menangisi flashdisk yang tergeletak di depannya setelah membalas protes Donghae.

“Lee Hyukjae, orang itu benar-benar….,” desis Donghae pelan yang merasa gemas pada kakaknya tersebut. Sepertinya ia harus meminta seseorang yang memiliki jabatan tinggi di pemerintahan agar mau mengusir Lee Hyukjae dari kota Seoul. Lebih bagus lagi…. dari Korea Selatan.

== F I N ==

 

Kenapa aku publish ficlet gaje ini daripada lanjutan HOT ISSUE atau VENUS? Jawabannya adalah apa yang terjadi pada Jung Ra juga terjadi sama aku huaaaaaa DX flashdisk yg isinya file semua FF + gambar2 SJ + video + lagu rusak total. Udah kucoba recovery data tetep aja ga bisa ><

Well, maaf beribu ribu maaf kalau belum bisa publish lanjutan 2 FF itu… abisnya berhari-hari nyoba bikin lanjutannya selalu gagal karena nggak ada feels sama sekali huhuhuhu.

Oh ya, mau ngucapin Selamat menjalan ibadah puasa bagi yang menjalankannya ^^ dan… sebentar lagi kan mau Lebaran sekalian aja => Mohon maaf lahir batin ya. Maafin Nita kalau ada salah-salah kata (pasti ada), trus jarang update blog karena sibuk kepoin dedek2 ensiti (ok ini jujur LOL) *dapat lirikan tajam dari Abang Zhoumi

Advertisements
Leave a comment

4 Comments

  1. inggarkichulsung

     /  July 1, 2016

    Huaa Jung ra sedih bgt semua datanya menghilang, sabar ya Jung ra tp memang krn dia ceroboh fd tsb jd jatuh ke bak cucian, donghae oppa jd kaget dgn suara2 teriakan jung ra

    Reply
  2. Monika sbr

     /  July 12, 2016

    Ahahahaha…. Jung ra malah keliatan kocak banget saat menangisi data2 nasabahnya yg hilang.

    Reply
  3. Soohyun

     /  July 12, 2016

    Jadi kangen Donghae dehh

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: